Tuesday, November 2, 2010

REZEKI ITU SUDAH DIATUR

Oleh : H.K
 
Assalamualaikum Wr.Wb
 
    Kalau melihat kondisi perekonomian saat ini dimana kemiskinan meningkat, pengangguran bertambah dan kejahatan pun merajalela. Miris hati kita melihat fenomena tesebut. Kenapa hal ini terjadi? Apakah ini Allah swt sedang menimpakan azab atau Allah swt sedang memebrikan ujian?.
 
    Jawabannya adalah tergantung dari keimanan manusia itu sendiri. Jika manusia sudah mencapai maqam tertinggi dari Iman maka ini merupakan sebuah ujian seperti yang tertuang dalam surat Al An kabuut ayat 2.
 
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? ".
 
 
Dan bagi mereka yang keimanannya yang rendah dan berkubang dengan kemaksiatan inilah azab bagi mereka. seperti yg diterangkan dalam surat Al Ankabut ayat 4.
 
"Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu". 
 
    Begitu juga dengan kemiskinan, apakah Allah pelit dengan orang miskin sehingga mereka hidup dengan penuh kesengsaraan?. Sesungguhnya pernyataan ini tidaklah pantas ditujukan kepada penguasa alam ini. Allah swt memberikan rezeki itu adil, hanya manusia itu saja yg tidak menyadari bahwa dibalik kemiskinan itu tersembunyi hikmah yang hasilnya itu merupakan bentuk kekayaan yang kekal.
 
    Tidak hanya manusia saja yang diberikan rezeki oleh Allah, bahkan orang kafir pun masih di ijabah doanya oleh Allah. Misalnya MAHATMA GANDHI , dia mengatakan "
 
Seandainya dulu saya tidak melakukan sembahyang , maka pasti saya sekarang telah menjadi gila sejak dulu.
 
    Bukankah gandhi itu itu bukan seorang muslim?. Dia berada di dalam kesesatan. namun dia teguh dalam suatu keyakinan beragama. Sehingga Allah memberikan rezeki bagi negara India  dengan kemerdekaannya. Tidak hanya manusia, binatang pun diberi rezeki pula oleh Allah swt, seperti yang diterangkan dalam surat Hud ayat 6
 
"Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)".
 
Dan juga dalam suatu hadits.
 
''Sebagaimana burung yang diberi rezeki yang terbang dengan perut kosong dan kembali dengan perut kenyang''. ( Al hadits)
 
Sementara kita yang lebih suci dari binatang dan orang kafir tidak perlulah bersedih. Belum tentu orang yang sekarang  sedang menikmati kekayaan itu bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Mereka terkadang lupa dan meninggalkan apa yang diperintahkan oleh si penguasa alam ini. Jangan pernah bersedih dengan kemiskinan, Allah sudah mengatur semua rezeki untuk kita.
 
....Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 
(Al Baqarah : 216).
 
 
wassalamualaikum

 

 


 
 


 
 
 

No comments:

Post a Comment