Wednesday, October 27, 2010

Haruskahku Mati Karena-Mu

oleh :Henri Kurniawan SE.
 
    Mati adalah pindahnya jasad dari alam dunia ke alam barzah. Menunggu kita di alam barzah sampai datang hari kiamat  entah 10th, 100 th, bahkan 1000 th kita tidak mengetahuinya hanya  Allah SWT yang mengetahuinya.
 
     Berbicara masalah mati tidak terlepas dari segala amal yang kita perbuat di dunia. Amal inilah yang menentukan kita apakah kita layak untuk mendapatkan satu tempat yang abadi yang bernama Syurga.
 
    Seorang calon pengantin  sudah mempersiapkan rencana-rencana pernikahan agar proses akad dan resepsi berjalan lancar. Begitu juga seorang pelajar yang bercita-cita ingin menjadi seorang arsitek dia harus mempersiapkan rencana -rencananya mulai dari SMU  hingga masuk kuliah dengan jurusanTehnik Sipil. Jadi  setiap dari kita harus mempersiapkan rencana-rencana baik yang sifatnya dunia maupun akhirat. Nah bagaimana dengan Kematian? sudah dipersiapkan kah kematian Anda? firman Allah :
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (Qs.4:78)
 
Seperti yang digambarkan ayat yang di atas bahwa kematian pasti akan didapati setiap manusia ,  yang menjadi pertanyaan kapan kematian itu akan kita dapatkan?
 
    Sebanyak apa amal yang telah anda hasilkan hari ini   untuk persiapan mati?. Yang terpenting adalah bahwa niatkan hati kita ketika menyongsong kematian hanya kepada Allah. Dalam keadaan beriman dan bersyahadat .
 
   Meminjam judul lagu dari salah satu grup band Haruskah ku mati karena-MU (hanya mengganti mu dengan MU). Maka itu suatu keharusan karena jalan mati seperti itulah yang diridhai. Sehingga nanti di akhirat  Allah memberikan "ijazah" kepada kita dari sebelah kanan, yang artinya kita berhak menempati salah satu tempat di syurga.  
 
tag:
henri kurniawan inova karya tulis ceramah
       

No comments:

Post a Comment